Breaking News
Home / Hulubalang / Daerah / Waduh.. Jual Beli Hutan Masyarakat Marak di Facebook

Waduh.. Jual Beli Hutan Masyarakat Marak di Facebook

Postingan jual beli lahan masyarakat di Facebook. Fhoto: Ist

Jambiday.co, JAMBI – Jual beli lahan kawasan hutan di Jambi marak terjadi. Kali ini terjadi di Desa Muara Danau, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Penjual bahkan berani mengiklankan di media sosial Facebook. Mengatasnamakan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP HKM) Koperasi Karya Putra Mendaluh dan juga memposting foto Surat SK IUP HKM nya.

Pemilik akun Facebook atas nama Idham Nur memposting menjual lahan Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 500 hektar di Grup Jual Beli Tanah dan Kebun Sawit Riau, Sumatera. Menjual lahan HPT tersebut dengan harga 7 juta per hektar. Dan bagi pembeli dapat menghubungi nomor hp 085362307247.

Seperti diketahui, IUP HKM adalah 1 (satu) skema Perhutanan Sosial andalan dari Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI dengan dasar hukum Peraturan Menteri LHK Nomor P.83 Tahun 2016.

Awak media mencari kebenaran informasi terkait hal ini dan bertemu dengan warga. Berdasarkan info yang didapat di lapangan, salah seorang warga Desa Muara Danau yang tidak mau disebutkan namanya mengakui hal tersebut.

” Iya bang, yang beli banyak orang Utara. Dan malah di lokasi yang dijual tersebut juga telah mulai ditumbang memakai sinsaw. Upah numbang hutannya Rp 1,5 juta per hektar,” ungkapnya.

Warga tersebut juga mengatakan bahwa lahan itu dibuatkan surat SKGR yang di tandatangan dan stempel Kepala Desa Muara Danau.

Hal yang sama dikatakan oleh warga lain yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan

” 150 hektar sudah terjual bang, ini 200 hektar dalam waktu dekat juga akan pembayaran di Kota Jambi. Begitu santer berita beredar di desa kami bang,” tambahnya lagi.

Sementara itu , Mahdayeni selaku Koordinator Forest Program II Provinsi Jambi ketika di konfirmasi melalui Whatsapp mengatakan

” Benar ini juga saya lihat di laman grup jual beli Facebook, dan telah saya laporkan ke Gakkum LHK” terangnya.

Demikian juga dengan Eko Purwanto Direktur Yayasan Taruna Hijau Indonesia yang membenarkan hal tersebut.

” Jika benar hal ini terjadi (jual beli kawasan hutan, red) maka harus di tidak tegas. Tidak dibenarkan dan melanggar UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” tegasnya.

“Kepala UPTD KPHP Tanjung Jabung Barat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Gakkum LHK harus lebih pro aktif. Ibarat kata jarum jatuh pun harus mereka tahu. Karena ini terjadi di area kerja yang menjadi tanggung jawab mereka. ” pungkasnya. (***)

About JAMBIDAY.CO

Check Also

Gelar Musrenbang Kecamatan, Pembangunan Sesuai Visi Misi Bupati Terpilih

Jambiday.co, BATANGHARI– Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran …