Breaking News
Home / Figur / GMKI Cabang Jambi Protes Insiden Salah Tangkap Juanson Ambarita Oleh Polda Jambi

GMKI Cabang Jambi Protes Insiden Salah Tangkap Juanson Ambarita Oleh Polda Jambi

Jambiday.co, JAMBI – Salah satu Mahasiswa Unja Fakultas Hukum yang tergabung dalam GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Cabang Jambi Juanson Ambarita melaporkan peristiwa dugaan salah tangkap dirinya oleh Kepolisian Subdit III Polda Jambi pada tanggal 30 Oktober 2020 lalu.

Tidak terima dengan perlakukan pihak kepolisian yakni Polda Jambi atas kejadian penangkapan dan penggeledahan, Senin 02 November 2020 di dampingi GMKI Kota Jambi melaporkan kejadian tersebut ke Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jambi.

Berikut adalah tuntutan Juanson Ambarita terhadap pihak kepolisian:

1. Bahwa saya pada tanggal 30 Oktober 2020  sekira pukul 01.00 WIB di lokasi kost Mendalo Kabupaten Muaro Jambi di tangkap oleh pihak kepolisian dari Subdit III Polda Jambi dan dilakukan pengeledahan tanpa disertai surat ijin penggeledahan.

2. Bahwa penangkapan dilakukan karena sangkaan melakukan pembakaran motor Polisi  di depan kampus Universitas Jambi Telanaipura sekira pukul 17.00 WIB pada tanggal 20 Oktober 2020.  Padahal pada tanggal 20 Oktober 2020 saya sedang melaksanakan kuliah online di tempat kediaman saya yakni di kost Mendalo Muaro Jambi dan hal ini disaksikan oleh teman-teman saya.

3. Bahwa pada waktu tersebut diperlihatkan sekilas surat yang katanya adalah surat penangkapan dan tidak mungkin dapat saya baca karena situasi sedang istirahat disertai rasa mengantuk dan masih kebingungan atas kedatangan pihak kepolisian tersebut serta langsung ditangkap dan dibawa menggunakan mobil. Selanjutnya surat penangkapan tersebut tidak pernah saya terima sampai sekarang.

4. Bahwa selanjutnya berdasarkan informasi dari teman satu kost saya setelah saya dibawa, kamar saya digeledah tanpa menunjukan surat izin
pengeledahan dan tanpa saya saksikan.

5. Bahwa selanjutnya pihak kepolisian tersebut dengan membentak meminta Handphone dan KTP. Handphone tersebut diminta password oleh pihak kepolisian tersebut.

6. Bahwa setibanya di Kantor Polda Jambi, saya langsung diarahkan masuk pada sebuah ruangan. Selanjutnya beberapa orang secara bergantian bertanya dengan gaya membentak menanyakan mengenai kejadian pada tanggal 20 Oktober 2020 serta menuduh saya melakukan pembakaran motor polisi di depan Kampus Universitas Jambi. Namun saya menyatakan pada waktu itu sedang melakukan kuliah online dikosannya. 

7. Bahwa kemudian dilakukan pemeriksaan entah sebagai apa?, namun sekilas dalam BAP tersebut saya dinyatakan Tersangka, tanpa didampingi penasihat hukum karena pasal yang dituduhkan pasal 170 KUHP.

8. Bahwa dalam pemeriksaan tersebut saya diperlihatkan rekaman video pembakaran motor polisi di depan kampus Unja telanai pada tanggal 20 Oktober 2020 dan melalui handpone milik pemeriksa, yang menyatakan bahwa saya yang berada dalam video. Namun saya menolak pernyataan tersebut karena saya pada waktu tersebut sedang berada di Kabupaten Muaro Jambi tepatnya di Desa Mendalo tempat kost kediaman saya. 

9. Bahwa kemudian saya diperlihatkan seseorang yang tidak saya kenal namun menyatakan bahwa saya penyulut api pertama pembakaran motor. Namun saya membantah pernyataan tersebut.
Bahwa atas bantahan saya tersebut, pihak pemeriksa yang sedang memeriksa seseorang yang diperlihatkan kepada saya, membentak saya serta langsung berdiri kemudian menampar saya serta memukul ulu hati dengan mengatakan ngaku saja.  

10. Bahwa pemeriksaan tersebut berakhir pukul 15.00 WIB dan baru pukul 23.00 WIB saya disuruh pulang dan sebelum pulang Handpone saya dikembalikan yang saya tidak mengetahui kenapa Handpone saya tersebut lama sekali dipegang oleh pihak kepolisaan.

GMKI Cabang Jambi menyatakan sikap atas tindakan Polda Jambi menangkap dan menuduh Juanson Ambarita membakar Sepeda Motor Polri pada tanggal 20 Oklober 2020 di depan Universitas Jambi Telanaipura.

GMKI Cabang Jambi mengutuk tindakan sewenang-wenang Polda Jambi dengan menangkap Juanson Ambarita secara serampangan tanpa bukti dan fakta yangjelas.

GMKI Cabang Jambi mengutuk Polda Jambi yang tidak menjalankan prosedur penangkapan seperti yang diatur oleh KUHAP Bab V pasal 16 sampai 19 dan prosedur penggeledahan seperti yang di atur oleh pasal 33 KUHAP.

GMKI Cabang Jambi menyimpulkan bahwa Polda Jambi ceroboh dan asal-asalan dalam melaksanakan tugas. Tindakan Konyol Polda Jambi sangat melukai hati dan rasa keadilan masyarakat secara Khusus Civitas GMKI Cabang Jambi. (sumber rilis resmi GMKI Jambi) (ewi)

About Poppy Bustami

Check Also

Tujuh Anggota Polisi Di Jambi Positif Narkoba

7 Anggota Polisi Jambi Dinyatakan Positif Narkoba. Fhoto: NST Jambiday.co,JAMBI – Sebanyak tujuh anggota polisi …