Breaking News
Home / Politik / Hentikan Dugaan Bagi Beras Paslon, Yasin: Alat Bukti Tidak Cukup

Hentikan Dugaan Bagi Beras Paslon, Yasin: Alat Bukti Tidak Cukup

Jambiday.co,TANJAB BARAT-Kontestasi Pilbup Tanjab Barat mulai terasa panas. Aksi saling lapor ke Bawaslu, lembaga pengawas Pilkada terjadi. Seperti yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 3, melaporkan Paslon nomor 1 dan 2. Dugaan pelanggaran Pilkada janji politik dan bagi-bagi beras dengan adanya stiker Paslon.

Banwaslu Kabupaten Tanjung Jabung Barat akhirnya angkat bicara setelah sejumlah awak media menunggu ber jam-jam di ruang Banwaslu,Kamis siang (22/10/20).

Komisioner Banwaslu Bidang Hukum dan Penindakan Moch Yasin  mengatakan,  kasus dugaan bagi-bagi beras yang diselipkan gambar Paslon sudah dihentikan. Karena alat bukti tidak cukup.

“Kami sudah melakukan penyusuran ke sejumlah warga yang  penerima bantuan beras tersebut. Salah satunya rumah warga yang  penerima beras posting di Medsos. Hasilnya penerima mengakui telah menerima bantuan beras itu,namun barang bukti (BB) beras yang dikasih sudah habis,”terang Yasin.

Dilanjutkan Yasin, penerimanya telah  ditemui dan benar menerima beras tersebut. Tetapi barang buktinya telah habis, ada sekitar 5 tetangganya juga menerima tapi tidak berkenan diklarifikasi  yang memberikan. Dan untuk menindaklanjuti hal tersebut memerlukan alat bukti yang cukup hingga proses dugaan pelanggaran tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Bila alat bukti tidak ditemukan, maka kita tidak dapat memproses lebih lanjut.Waktu kita menindaklanjuti itu ada 7 hari,apabila waktu 7 hari ini tidak mendapatkan bukti formil dan materilnya maka kita hentikan dan polisi dan jaksa juga tidak akan mau menerimanya.

Sedangkan kasus dugaan bagi beras, ujarnya,  dilakukan oleh  Koto Angkui masih berjalan belum dihentikan. Masih ditelusuri karena waktu masih cukup.

“Besok kita panggil saudara Koto nya,”tegas Yasin.

Disinggung soal janji politik, ungkapnya, masih diselusuri bukti formil dan kontraknya. Terkait kebenaran atau tidak masyarakat yang melakukan tanda tangan.  Apabila tidak ditemukan bukti formil nya sesuai waktu 7 hari yang ditentukan maka akan dihentikan. Saat ini kita masih melakukan klarifikasi,”jelasnya.

Ditanyakan apakah  penyusuran sejumlah kasus dugaan tersebut atas dasar laporan secara resmi atau berdasarkan di akun FB? Dijawab oleh Yasin, pihaknya tidak menerima  laporan resmi,hanya informasi awalnya didapat  Jordan.

” Pak Jordan  yang memberikan informasi awal baik itu kontrak politik maupun bagi-bagi beras,” ungkapnya. (aim)

About Poppy Bustami

Check Also

Breakingnews.. Diduga Api Dari Lilin, Tiga Bangunan Kios Di Rimbo Bujang Hangus Terbakar

Suasana kebakaran di Rimbo Bujang. Fhoto: AZZ Jambiday.co, TEBO-Selasa (16/2/2021) lima unit kios pedagang di …