Breaking News
Home / Daerah / Kota Jambi / Relaksasi Bidang Pendidikan, Wako Fasha Uji Coba Belajar Tatap Muka

Relaksasi Bidang Pendidikan, Wako Fasha Uji Coba Belajar Tatap Muka

Jambiday.co,JAMBI – Tahun ajaran baru 2020, Pemerintah Kota Jambi kembali melonggarkan relaksasi di bidang pendidikan.Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, perluasan relaksasi di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan di Kota Jambi berdasarkan usulan dari para kepala sekolah.

“Relaksasi pendidikan ini hanya bersifat uji coba,” kata Fasha.

Fasha menyebutkan, usulan relaksasi pendidikan ini mengingat beberapa bulan belakangan para pelajar menjalankan pembelajaran secara daring.

“Ternyata saat belajar daring hampir 500 anak tingkat SMP yang tidak dapat mengikuti pembelajaran dikarenakan tidak memiliki HP android dan laptop,” keluh walikota dua periode ini.

Hal ini sebut Fasha, tentu tidak bisa dibiarkan. Atas dasar itulah satuan pendidikan SD-SMP mengusulkan untuk diberikan kesempatan kegiatan pendidikan offline.

“Satgas Covid-19 Kota Jambi memutuskan untuk uji coba. Ini tidak boleh dipaksakan, yang belum siap tidak apa-apa,” kata Fasha.

Pada 13 Juli mendatang, proses belajar mengajar secara offline (tatap muka) akan mulai diberlakukan. Para siswa hanya menjalankan proses belajar mengajar maksimal 3 jam per hari.

Hal tersebut sudah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Jambi Nomor 245 tahun 2020 tentang penetapan pelaksanaan relaksasi di bidang pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021.

Kata Fasha, jadwal pembelajaran diatur sedemikian rupa agar mengurangi waktu bertemu antar siswa. Untuk kelas VI SD masuk pukul 07.15 WIB pulang pukul 10.15 WIB. kelas V SD masuk pukul 08.15 WIB pulang 11.15 WIB dan kelas IV SD masuk pukul 9.15 WIB pulang pukul 12.15 WIB.
Kemudian kelas IX SMP masuk pukul 07.15 WIB pulang pukul 10.15 WIB, kelas VIII masuk pukul 08.15 WIB pulang pukul 11.15 WIB dan kelas VII masuk pukul 9.15 WIB pulang pukul 12.15 WIB.

“Tidak ada jam istirahat, bawa bekal dari rumah, karena kantin belum boleh dibuka. Siswa diharapkan diantar jemput oleh orang tua. Kita akan uji coba tatap muka Senin nanti (13/7),” ujarnya.

Karena ini dalam tahap uji coba, nantinya tiap sekolah memberikan angket kepada orangtua siswa untuk menyatakan mau atau tidaknya anak mereka untuk mengikuti pembelajaran secara offline di sekolah.

“Jadi nanti tahu berapa jumlah siswa yang akan datang. Selain itu di kelas juga dibatasi jumlah siswanya. Sementara yang tidak mau offline bisa secara daring. Teknisnya kita serahkan ke sekolah dan disdik,” ungkapnya.

Sementara untuk siswa baru khususnya kelas I SD, diperbolehkan datang sekolah hanya dengan waktu 1 jam untuk melihat sekolah dan berkenalan dengan wali kelas. Itupun waktunya setelah siswa lainnya telah selesai belajar, atau di atas jam 12 siang.(ewi)

About andri tj

Check Also

Usai Kepung Dua Polisi, Demonstran Juga Bakar Satu Unit Motor Aparat

Jambiday.co,JAMBI – Aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Provinsi Jambi berlangsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *