Breaking News
Home / Opini / BULAN RAMADHAN & KEMULIAAN AL-QURAN

BULAN RAMADHAN & KEMULIAAN AL-QURAN

Nuraida fitri habi
Dosen UIN STS Jambi fakultas syariah

Dari semenjak Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan langit dan bumi Dia sudah menetapkan dalam satu tahun ada 12 bulan yaitu Bulan
1) Muharram, 2) Shafar, 3) Rabi’ul Awal, 4) Rabi’ul akhir, 5) Jumadil Awal, 6) Jumadil akhir, 7) Rajab, 8) Sya’ban, 9) Ramadhan, 10) Syawal, 11) Dzul Qa’dah, 12) Dzul hijjah. dan diantara 12 bulan ini ada 4 bulan haram, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab. disebutkan 4 bulan tersebut dalam Al-Qur’an dengan Asyhurul hurum karena diharamkan berperang di bulan itu kecuali untuk membela negeri sebab diserang oleh musuh. di antara bulan 12 bulan itu, Allah memilih bulan Ramadhan sebagai junjungan bulan untuk turunnya Al-Qur’an Al-Karim.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ《٣٦》 التوبة
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.《36》Surat At-Taubah

Dari mulia dan agungnya bulan Ramadhan ia mempunyai banyak nama.
1) Syahrullah / Bulan Allah,
2) Syahrur Rahmah / bulan Kasih Sayang
3) Syahrul -Ghufran / Bulan Ampunan
4) Syahrul-‘Itqu minannar / Bulan Pembebasan dari siksa neraka,
5) Syahrul Ala / Bulan Ni’mat
6) Syahrun Najat / Bulan Keselsmatan,
7) Syahrush Shabri / Bulan Kesabaran,
8) Syahrul Muwasat / Bulan Saling Berbagi,
9) Syahrul Khair / Bulan Kebaikan,
10) Syahrut Taubah / Bulan Bertaubat,
11) Syahrul Barakat / Bulan Keberkahan,
12) Syahru Ijabatid Do’a / Bulan dikabulkan semua Do’a,
13) Syahru Iqalatul ‘Atsarat / Bulan Mensedikitkan ketergelinciran,
14) Syahrul Karam / Bulan Dermawan,
15) Syahrul Ifadhat wan Nafahat / Bulan Mengalirnya Pemberian,
16) Syahru Mudha’afati Hasanat / Bulan Berlipat gandanya segala kebaikan, 17) Syahrul Ihsan / Bulan Memandang Allah dalam beribadah.
18) Syarul ‘Audah Ilallah / Bulan Kembali Kepada Allah,
19) Syahrul Qur’an / Bulan Diturunkan dan dibaca Al-Qur’an.
Inilah nama nama keagungan bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan tidak datang setelah nabi kita menjadi nabi, akan tetapi ia sudah dikenal sebelum turun ayat wajib puasa Ramadhan yaitu pada bulan Sya’ban terakhir tahun ke 3 setelah hijrah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sekalipun puasa bulan Ramadhan sudah ada pada umat terdahulu bahkan semenjak Allah menciptakan langit dan bumi. namun waktu itu belum diketahui fadhilat bulan Ramadhan melainkan setelah Allah firmankan kepada kekasih-Nya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah telah mewajibkan puasa bulan Ramadhan dan Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an .
Puasa Ramadhan sudah ada pada Ahlul Kitab umat Nashara sebelum nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, namun mereka mengerjakan puasa dari akhir malam hari sampai akhir malam hari yang akan datang. mereka makan minumnya hanya satu kali dalam sehari semalam itu dan selama sebulan Ramadhan penuh tidak dibolehkan berhubungan badan antara suami isteri sekalipun di malam hari , begitu pula umat Yahudi namun berbeda lagi caranya. semuanya sangat berat.. Al-Qur’an datang untuk memberi kemudahan sehingga puasa pun dapat kemudahan. Mudah bagi orang sehat dan lebih mudah lagi bagi orang sehat yang menjagakan kesehatan bayinya di dalam perut dan bayinya yang sedang menyusui. lebih mudah lagi bagi yang sedang sakit. Padahal kemudahan itu didapat sedangkan puasa Ramadhan tidak hanya sekedar wajib ditunaikan akan tetapi salah satu rukun Islam.
Karenanya Allah memberitakan kepada kita syariat-Nya yang terbaik untuk umat kekasih-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat baik. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ《١٨٣》 البقرة

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 《183》
Surat Al-Baqarah

Tidak ada Lailatul Qadr dan tidak ada fadhilat yang didapat oleh umat terdahulu seperti fadhilat yang berlipat ganda yang didapat oleh umat nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. ditambah bonus yang besar karena pada bulan Ramadhan itu dipilih Allah subhanahu wa ta’ala untuk turunnya Al-Qur’an yang membawa petunjuk yaitu pada malam yang diberkahi. Ramadhan pun bertambah semarak kemuliaan dan keagungan nya.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ《١٨٥》 البقرة

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)《185》Surat Al-Baqarah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Beliau yang mulia menjelaskan kemuliaan bulan Ramadhan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ 《سنن النسائي》

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ramadhan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan yang diberkahi. Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Dibukakan pada bulan itu pintu langit, dan pintu neraka Jahim ditutup dan syeitan pembangkang dibelenggu. Demi Allah di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak ditegah mendapatkannya.”《Sunan An-Nasai》
عن سلمان الفارسي قال خَطَبَناَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ يَا أيُّهَا النّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهَرٌ عَظِيمٌ شَهْرٌ مُباَرَكٌ ٭  شَهْرٌ فِيْهِ ليلةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٭ شَهْرٌ جَعَلَ اللّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً وَقِيامَ ليْلِهِ تَطَوُّعًا ٭ۢ مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ٭ وَمَنْ أدَّى فَرِيضَةً فِيهِ كَانَ كَمَنْ أدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ٭ وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ وَشَهْرٌ يُزادُ فِي رِزْقِ الْمُؤْمِنِ فِيهِ ٭ مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النّارِ وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ ٭ قَالُوا يَا رَسُولَ اللّهِ لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ٭ فَقَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ يُعْطِي اللّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صائمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ عَلَى شَرْبَةِ مَاءٍ أَوْ مَذَقَّةِ لَبَنٍ وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ٭ مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ فِيهِ غَفَرَ اللّهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ ٬ خَصْلَتَيْنِ تُرضُوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلَّا اللّهُ وَتَسْتَغْفِرُونَ وَاَمَّا الْخَصْلَتَانِ لاَ غِنَاءَ بِكُمْ عَنهَا؛ فَأََمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ لاَ غِنَاءَ بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللّهَ الْجَنَّةَ وَتُعَوِّذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ وَمَنْ سَقَى صَائِمًا سَقَاهُ اللّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ《عمدة القاري شرح صحيح البخاري الترغيب والترهيب》

Dari Salman Al-Farisi, ia betkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di akhir sya’ban dan Beliau bersabda, “Wahai segenap manusia,
sungguh telah menaungimu bulan yang agung bulan yang penuh keberkahan,
bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan,
Allah menjadikan puasa dibulan itu wajib, dan bangun malamnya adalah sunnah,
barang siapa yang didalamnya mendekatkan diri (kepada Allah) pada bulan itu dengan sebuah kebaikan maka pahalanya setara dengan amal yang wajib di bulan lain.
Dan siapa yang mengerjakan amal wajib di bulan itu, maka (pahalanya) setara dengan 70 kali ibadah wajib di bulan selainnya.
Bulan tersebut adalah bulannya sabar, sabar balasannya adalah surga, dan bulan berkasih sayang saling berbagi.
Dan bulan itu ditambah didalamnya rezki orang orang beriman.
Barang siapa yang dibulan tersebut memberi (makanan atau minuman) untuk berbuka orang yang berpuasa maka baginya ampunan atas dosanya dan dibebaskan dari api neraka, serta baginya pahala seperti orang puasa yang diberinya bukaan puasa, tanpa mengurangi pahala orang puasa itu sedikitpun.”
Sahabat bertanya: “Ya Rasulallah, Tidak lah semua dari kami mempunyai sesuatu untuk memberi bukaan orang puasa?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah memberi ganjaran ini bagi siapapun yang memberi bukaan untuk orang yang berpuasa walaupun hanya 1 biji kurma atau 1 teguk air atau 1 teguk susu.
Dan bulan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.
Barang siapa yang meringankan orang yang bekerja padanya di bulan itu, baginya pembebasan dari api neraka.
Dan perbanyaklah di dalam bulan itu 4 perkara:
2 hal menjadikan Tuhan kalian ridha
2 hal yang kalian membutuhkannya.
Adapun 2 hal pertama yang menjadikan Tuhan kalian ridha adalah bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan memohon ampun kepada-Nya.
Dan 2 hal yang kalian membutuhkannya adalah meminta surga dan berlindung dari neraka.
Dan barang siapa yang memberi minum orang yang berpuasa, niscaya Allah memberinya minum dari telagaku, yaitu minuman yang setelahnya tak akan pernah merasakan haus selama lamanya.” 《’Umdatul Qari syarah Sahihul Bukhari》

Memberikan makanan atau minuman sekalipun hanya dengan sebiji kurma dan seteguk air untuk bukaan puasa sudah mendapatkan ganjaran seperti orang yang berpuasa. Sedikit kebaikan dibalas dengan kebaikan yang banyak. Bagaimana dengan orang yang memberi 1 kilo kurma dan selama satu bulan Ramadhan untuk sekian banyak orang yang berbuka puasa.
Berapa kebaikan ganjaran Allah yang ia dapatkan?. Bagaimana pula dengan orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an?. Tidur saja di siang hari bulan Ramadhan
عن عبد الله بن أبي قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ نَوْمُ الصَّائمِ عِبَادَةٌ وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ وَعَمَلَهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاءَهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُورٌ 《الجامع الصغير للسيوطي》
Dari Abdallah bin Ubai, Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, (pahala) amalannya berlipat ganda, do’anya dikabulkan, dan dosanya diampuni. 《Al-Jami’ush Shagir lish Shayuthi》
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 《سنن الترميذي》

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Barang siapa yang berpuasa Ramadlan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah ta’ala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (dosa kecil) “. 《Sunan Tirmidzi》

Dalam hadits riwayat Abu Daud dari Ibnu Abbas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Umrah pada bulan Ramadhan menyamai haji bersamaku.
Yang lebih unik yang barangkali tidak terperhatikan oleh kita yang sedang puasa yaitu saat kita berbuka puasa serempak satu kota berbuka puasa bersama dan dipandu langsung oleh Adzan Allahu Akbar Allahu Akbar. Akan sangat menikmati berbuka puasa oleh orang beriman yang melihat dirinya dan semua saudara saudarinya yang beriman seperti jasad yang satu atau seperti bangunan yang saling mengokohkan. Qabulnya do’a orang yang berpuasa ialah disaat menjelang berbuka puasa. Sangat indah kalau kita semua saling mendo’akan dan saling memintakan ampunan kepada Allah menjelang berbuka puasa, kita teringat semua keluarga yang sudah berada dibawah lapisan tanah yang tentu saja beliau tidak bisa lagi berpuasa. Mungkin bulan puasa tahun kemaren masih berbuka bersama kita. sekarang……
Ingat ! Jangan hanya urusan santapan jasmani yang kita perhatikan, seharusnya santapan ruhani lebih lagi diperhatikan. Karena jasmani ini hidupnya disebabkan adanya ruhani, kemudian jasmani yang berlebihan kita perhatikan esok ia akan mati hancur dan tidak abadi. Lain halnya keadaan ruhani selalu abadi dan sangat suka mendengar kalam Allah.
Santapan ruhani ialah membaca Al-Qur’an dengan tadabbur / menghayati dan mengamalkan kandungan kandungannya.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا《٢٤》 محمد

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?《24》Surat Muhammad

—————– Nuraida fitri habi
Dosen UIN STS Jambi fakultas syariah

About andri tj

Check Also

Penganan

Musri Nauli MENURUT kamus Bahasa Indonesia “Penganan” adalah segala macam kue. Atau juga sering disebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *