Breaking News
Home / Politik / Netralitas ASN & Penyelenggara Pemilu Dipertanyakan, Rahmad Bagja: Itu PR Yang Harus Diselesaikan

Netralitas ASN & Penyelenggara Pemilu Dipertanyakan, Rahmad Bagja: Itu PR Yang Harus Diselesaikan

Jambiday.co,JAMBI – Pemilu serentak 2019 lalu telah usai. Beberapa pihak memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menurut Rahmat Bagja,  anggota Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa, ada empat point  pekerjaan  rumah (PR) yang harus diselesaikan.

Pertama adalah mengenai politik uang yang cukup sulit diberantas. Kemudian penggunaan isu SARA,  dan  selanjutnya mengenai netralitas ASN.

“Berhubungan dengan relasi penguasa lokal.  Baik terhadap penyelenggara maupun terhadap masyarakat, ” terang Rahmad usaiacara refleksi Pemilu 2019 dan launching buku Bawaslu Jambi di BW Luxury  Hotel,  Kamis (26/12).

Bawaslu sendiri, katanya, harus melakukan sosialisasi ke Pemda.  Karena meskipun atasannya maju dalam Pemilu,  khususnya Pilkada,  tetap saja ASN tidak boleh berpihak.  Keberpihakan hanya boleh di kotak suara saja.

“Bahkan di Medsos juga tidak boleh. Surat-surat mengenai aturan-aturan tersebut akan kita sebar kembali,” terangnya.

Lalu point keempat yang tak kalah penting menurutnya adalah netralitas penyelenggara Pemilu. Karena penyelenggara Pemilu  juga dapat memilih,  tapi tidak boleh mengeluarkan hal apapun terkait dengan pilihannya.

Selanjutnya ditanyakan mengenai sengketa-sengketa dalam Pemilu,  Rahmat mengatakan beragam.  Gugatan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), berasal dari pihak  yang tidak menang.

“Bagi yang tidak puas dengan SK KPU,  silakan saja diajukan, ” ujarnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi, mengatakan, untuk menutup akhir tahun, pihaknya merasa penting membuat catatan pengawasan saat Pemilu. Catatan yang dirangkum setiap divisi ini, dituangkan ke dalam sebuah buku.

“Ini dirasa sangat efektif untuk menghimpun data-data dan dokumen terkait apa saja yang dilakukan. Harapannya memang dengan buku ini bisa memunculkan pengawasan yang lebih baik serta memunculkan lembaga dari hasil evaluasi yang ada dari semua pihak,” katanya usai kegiatan.

Hal ini dilakukan agar dalam posisi persiapan pemilihan kepala daerah nanti, buku-buku ini menjadi sebuah referensi. Mana yang menjadi kekurangan akan diperbaiki, dan juga mana yang bagus akan bisa dipertahankan dan lebih baik lagi.

“Ini sangat menjadi catatan kami untuk melakukan pengawasan pada pilkada serentak karena semuanya sudah tercantum secara detil di dalam buku,” pungkasnya. (oyi)

About andri tj

Check Also

Debat Kandidat Selesai, Al Haris Cium Tangan Lalu Gandeng Fachrori Turun Panggung

Jambiday.co, JAMBI- Kesantunan seorang yang muda kepada yang tua, diperlihatkan Al Haris ketika debat kandidat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *