Breaking News
Home / Eko Bisnis / Gelar Seminar Literasi, BI Jambi Sasar Generasi Milenial

Gelar Seminar Literasi, BI Jambi Sasar Generasi Milenial

Jambiday.co,JAMBI – Bank Indonesia Perwakilan Jambi gelar seminar literasi pengembangan system pembayaran non tunai dan pemanfaatannya ada e-commerce. Di seminar ini, BI memberikan edukasi dan pemahaman kepada generasi milenial mengenai transaksi non tunai.

“Karena transaksi non tunai itu masa depan. Suatu proses pemindahan dana dari satu instansi kepada yang lainnya dengan menggunakan perangkat. Generasi milenial yang notabene nya melek digital, pasti terbiasa dengan system seperti ini. Hanya saja belum terbiasa menggunakannya, ke depan ini akan menjadi kebiasaan, ” terang Bayu Martanto,  Kepala Perwakilan BI Jambi saat menyampaikan kata sambutannya, Rabu (30/10).

Di kesempatan itu, Bayu pun menerangkan bagaimana prospek pembayaran non tunai di Indonesia terutama di Provinsi Jambi. Di mana era perkembangan menggunakan system non tunai telah terlaksana di beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, narasumber dari BukaLapak, Ian Agusti Dewi Rani MBA berkata bahwa Indonesia merupakan nomor tujuh di dunia yang melek digital. Dalam arti kata percaya bahwa tehnologi itu merupakan sesuatu hal yang penting dalam kehiduan sehari-hari.

“BukaLapak ini merupakan usaha layanan online yang awalnya dibuka oleh tiga anak muda. Saat itu menilai bahwa era digital dan tehnologi merupakan hal yang sangat utama dalam sendi-sendi kehidupan. Penggunaan gadget, merupakan hal penting bagi semua usia. Baik untuk belanja kebutuhan, pembayaran dan pembelian traveling. Tidak perlu repot harus pergi kemana-mana lagi, ” jelas Ian yang merupakan Community Program Manager dari BukaLapak Program Manager.

Tidak hanya menjelaskan mengenai pola bisnis digital saja, Ian pun memaparkan pemanfaatan dan kolaborasi platform digital dalam menjalankan bisnis memanfaatkan system pembayaran non tunai juga.

Dan, narasumber dari BI Perwakilan Jambi, Pandu Wirawan berkata bahwa perbankan dan lembaga fintech sangat memiliki keterkaitan yang sangat besar.

“Harus diadakan proteksi terkait data, karena dikuatirkan terjadi penyalah gunaan. Seperti penggunaan aplikasi yang meminta untuk bisa mengakses data pribadi seperti video dan fhoto. Jika kita klik iya, disitulah terjadi penyalah gunaan. Jadi harus kita ketahui juga resiko dari penggunaan bisnis digital ini, ” kata Pandu Wirawan, Kepala Tim System Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi.

Di BI sendiri katanya, telah memperkuat mengenai resiko bisnis digital dan tehnologi tersebut. Pandu pun memaparkan terkait defenisi, cakupan serta perkembangan system pembayaran non tunai baik di nasional maupun tingkat Provinsi Jambi.

Di seminar literasi ini dihadiri oleh berbagai kalangan. Baik dari instansi pemerintah dan swasta. Lingkup SMA dan mahasiswa serta wirausaha di bawah naungan BI. Bertindak sebagai moderator, Dr Setiawan Assegaf, Ketua Stikom Dinamika Bangsa Jambi. (oyi)

About andri tj

Check Also

Gelar Seminar Nasional, Pertamina EP Wujudkan Komitmen Inovasi Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Covid-19

Jambiday.co,JAMBI-Sebagai  wujud  komitmen  pengembangan  inovasi  dalam  rangka  pemberdayaan  masyarakat,  PT  Pertamina EP  menggelar  Seminar  Ilmiah  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *