Breaking News
Home / Parlemen / Pasca Viral Perkelahian Siswa SMP, Komisi IV Datangi Sekolah

Pasca Viral Perkelahian Siswa SMP, Komisi IV Datangi Sekolah

Jambiday.co,JAMBI – Menyikapi viralnya video dua pelajar salah satu sekolah di Kota Jambi yang berduel dan disaksikan oleh rekan-rekannya tanpa ada yang melerai, Komisi IV DPRD Kota Jambi, yang diketuai oleh Jasrul, mengunjungi sekolah tersebut, Rabu (16/10).
Pada lawatannya ini, rombongan anggota dewan didampingi oleh Disdik Kota Jambi dan UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Jambi. Mereka pun disambut langsung oleh pihak sekolah. Sementara dari pihak Komisi IV DPRD Kota Jambi terlihat ikut di antaranya Abdullah Thaif, Jefrizen, dan Jayadi.
Dalam penyampaiannya, Jasrul selaku ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, sangat menyayangkan adanya insiden tersebut. Ia pun berharap ada hikmah dibalik viralnya video duel pelajar itu dan tidak mengimbas ke sekolah-sekolah lainnya.
“Bukan permasalahan damainya, tapi ada hal-hal yang harus dilakukan agar tidak berimbas kepada yang lain. Kami minta ke Disdik Kota Jambi, tindakan apa yang harus dilakukan kepada oknum pelajar tersebut,” sebutnya.
Sebab, ia mengaku merasa miris terhadap karkater anak sekolah saat ini. Bagaimana tidak, dalam video itu terlihat ada dua pelajar yang tengah berduel memakai seragam putih biru. Namun, malah didukung sama pelajar lainnya yang disinyalir rekan pelajar yang berduel tersebut.
“Saya harap yang melihat dan menyoraki ini dipanggil dan diberikan sanksi juga. Tiap sekolah bukannhya ada tata tertib, dan sudah diinfokan ke orangtua?” tanya Jasrul kepada pihak Disdik Kota Jambi dan pihak sekolah.
Sementara itu, Abdullah Thaif selaku anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, turut merasa kecewa dengan beredarnya video dan kejadian tersebut. Sebab, ini menjadi sorotan bagi masyarakat. Apalagi sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah terfavorit.
‘’Pendidikan karakterny seperti apa, apakah ini sudah hilang? Kami berharap tidak terulang lagi, kami khawatirkan sekolah yang menjadi perhatian, membuat masyarkat berpikir tidak ingin ke sini lagi. Ya kita harap ini dievaluasi,” pinta Thaif.
Lanjut Thaif, sekolah juga harus memikirkan sanksi apa yang pantas untuk kedua pelajar dan rekan-rekan mereka yang ada di dalam video tersebut. “Jadi jangan cuma disuruh hafal pelajar di rumah. Misalnya, mereka disuruh membersihkan musala. Atau hafalan surat-surat Al quran.” pinta Thaif. (oyi)

About andri tj

Check Also

Komisi III Sesalkan Pemangkasan Anggaran Proyek Jembatan di Seko, Hamdani: Pekerjaan Harus Diselesaikan, Proyek Mumbazir!

Jambiday.co,TANJAB BARAT-Terkait proyek pembangunan 17 paket jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Seberang Kota (Seko) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *