Breaking News
Home / Jambi Kini / Sukseskan Fesmed 2019, AJI Kota Jambi Rangkul Stake Holder Terkait

Sukseskan Fesmed 2019, AJI Kota Jambi Rangkul Stake Holder Terkait

Jambiday.co,JAMBI-Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi, M Ramond EPU menyebut Fesmed 2019 ini akan sangat bermanfaat bagi Jambi untuk menunjukkan keunggulan dan juga keunikan yang dimiliki. Kegiatan ini harus dilihat sebagai event positif untuk mempromosikan Jambi. Oleh karena itu, untuk menyukseskannya, AJI akan rangkul semua stake holder terkait.

“Jambi daerah yang kaya dari sisi hasil alam, kaya dari sisi seni dan budaya, kaya dari sisi wisata, dan yang lainnya. Pada event ini akan hadir ratusan jurnalis dari Tanah Air. Ini adalah kesempatan yang langka, yang seharusnya kita lihat bersama sebagai peluang mempromosikan Jambi,” ungkapnya.

Pameran yang diadakan, ucapnya, salah satu tujuannya untuk hal tersebut.
Dia menyebut ditargetkan kegiatan ini akan mendapatkan kunjungan 2.000 orang per hari, yang berasal dari jurnalis lokal dan luar Jambi, mahasiswa, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum. “Acara ini dikemas dengan nuansa menyenangkan, memasukkan unsur kearifan lokal Jambi, dan akan banyak ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan,” tutur Ramon.

Tentang Tema
Festival Media adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tempat penyelenggaraannya bergilir, dari satu kota ke kota lain. Temanya menyesuaikan dengan topik yang menjadi perbincangan hangat publik.

Belakangan ini tema soal hoax, berita palsu, dan disinformasi menjadi perbincangan hangat. Penyebarannya sangat cepat dan massif. Dengan pengguna internet dan media sosial yang lebih dari separuh populasi penduduk Indonesia, tak mengherankan penyebaran informasi sangat meluas. Hoax, yang tersebar begitu cepat belakangan ini, merupakan fenomena tidak terelakkan. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana meminimalisir penyebarannya.

Bagi AJI, salah satu cara untuk menangkal hoaks adalah mendorong jurnalis untuk taat verifikasi, memathui kode etik, dan meningkatkan kemampuannya di bidang jurnalisme, antara lain dengan menguasai tool combating hoaks atau menerapkan jurnalisme data.

Di sisi lain, yang juga perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran publik melalui literasi media. Festival Media kali ini berpusat di Jambi, daerah yang memiliki warisan peradaban penting bagi sejarah manusia, yaitu Kawasan Percandian Muarajambi.

Kawasan yang dibangun pada masa Kerajaan Melayu Kuno sekitar abad VII hingga XIV Masehi pada masa Hindu-Budha tersebut, merupakan kawasan candi terluas di Asia Tenggara. Di areal seluas 3.981 hektare ini, terdapat 82 reruntuhan bangunan kuno.

Kawasan Candi ini, menurut para sejarawan, pada masa lalu merupakan sebuah civitas akademika atau kampus. Lulusan kampus terbesar di Asia pada masanya ini, tersebar di seantero negeri, bahkan hingga ke luar nusantara. Karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,
UNESCO memasukkan Kawasan Percandian Muarajambi dalam ‘Daftar Tentatif Warisan Dunia’. Bukan sebuah kebetulan jika Festival Media tahun ini dipusatkan di Jambi dengan mengusung tema “Literasi di Era Disrupsi”. Festival Media ini merupakan rangkaian panjang kegiatan, yang mempertemukan jurnalis, media dan publik melalui sejumlah kegiatan. (***)

Sumber: Release AJI

About JAMBIDAY.CO

Check Also

Quhas School Sukses Adakan Lomba Online Se-Indonesia, Ustad Hasbullah: Santri Kuat, Indonesia Berdaulat

Jambiday.co, JAMBI-Video competition Hari Santri 2020 yang diikuti oleh sekolah tingkat RA/ TK & SD/MI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *