Breaking News
Home / Figur / UNITEB

UNITEB

Oleh: Bahren Nurdin

UNIVERSITAS TEBO (UNITEB; dibaca: /yu-ni- teb/)

“Selamat Datang di Universitas Tebo / Welcome to Tebo University”. Sebuah gerbang gagah dan mewah menganga menyembut siapa saja. Gerbang ini berbentuk sebuah buku raksasa yang terbuka menghadap ke langit. Slogannya tertulis “Penabur Ilmu, Pengawal Peradaban”.

Orang-orang keluar masuk, hilir mudik melalui gerbang itu. Para petugas menyapa dengan senyum dan penuh keramahan. Tidak ada kesan sangar apalagi garang. Dalam kawasan seratus hektar itu nampak bangunan berdiri kokoh dan teratur. Setiap bangunan memiliki nama masing-masing sesuai papan nama yang menempel.

Pohon-pohon hijau dan rindang. Burung-burung beterbangan ke sana ke mari. Kendaraan lalu-lalang dengan tertib dan teratur. Orang-orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Di trotoar nampak beberapa mahasiswa berjalan sambil memeluk erat buku.

Masjid kampus yang besar dan indah selalu menjadi pusat aktivitas civitas kampus ini. Taman-taman kampus yang asri dipenuhi para mahasiswa untuk berdiskusi. Inilah nuansa akademis yang begitu tentram dan menyenangkan. Tidak cukup kata untuk menggambarkan betapa megah dan lengkapnya kampus ini, dari infrastruktur, jurusan yang ditawarkan, dosen-dosen yang berkualitas hingga layanan yang super exellent. Pokoknya, surga bagi pencinta ilmu.

Di mana kampus ini? Karena lahan yang 100 hektar itu belum ditemukan, maka saat ini, kampus megah ini masih barada di dua lokasi. Kampus satu, di dalam kepala saya berbentuk impian. Kampus dua, di dalam laptop saya berbentuk kata-kata yang terhimpun dalam ‘Grand Design Pembangunan Tebo” yang sudah saya tulis sejak beberapa tahun silam.

Kapan anda bisa berkunjung ke sini? Mari sama-sama berdo’a kepada Allah agar pada masanya nanti kita bisa bertemu di kampus ini. Amin.

Berdirinya perguruan tinggi di suatu daerah adalah sebuah keharusan. Ada beberapa alasan sederhana yang perlu diperhatikan:

Pertama, simbol peradaban. Keberadaan sebuah univiersitas di suatu daerah memiliki makna simbolik betapa daerah tersebut memiliki peradaban ilmu yang tinggi. Lihat saja Universitas Al-Azhar di Mesir yang menjadi penanda peradaban manusia sepanjang masa.

Pemerintah atau pemimpin daerah yang serius memperhatikan perguruan tinggi di daerah kekuasaannya adalah pemimpin yang peduli akan pentingnya ilmu pengetahuan dan pembangunan sumber daya manusia (human capital).

Lebih khusus, jika boleh berkaca kepada kabupaten lain, sebagai saudara ‘kandung’nya Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo layak untuk dijadikan model. Di sana telah berdiri Universitas Muara Bungo (UMB). Sebuah terobosan yang sangat besar dengan visi pemimpin yang luar biasa. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang dihadapi, seorang Zulfikar Ahmad (Bupati saat itu) berdiri paling depan demi kepentingan orang ‘ngan’ dan sekarang ‘ngan’ pasti bangga dengan keberadaan perguruan tinggi ini. Tidak dapat dipungkiri, darah Zulfikar Ahmad sebagai ‘budak dusun’ asli-lah yang mendorongnya untuk memperjuangkan sebesar-sebesarnya kepentingan orang dusunnya sendiri (Kabupaten Bungo).

Kedua, mempermudah akses masyarakat mendapatkan pendidikan tinggi. Dengan berdirinya universitas ini, masyarakat Tebo tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan pendidikan tinggi khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Itu artinya, pendidikan tinggi akan semakin terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Biaya yang dikeluarkan akan dapat diminimalisir sedemikian rupa. Secara otomatis daerah juga akan memiliki sumber daya manusia yang baik.

Ketiga, penyerapan tenaga kerja porfesional. Diyakini bahwa Kabupten Tebo telah memiliki kaum professional yang saat ini berkiprah baik di dalam maupun di luar Tebo. Banyak pula diantara mereka yang telah memiliki pendidikan tinggi dari sarjana hingga doktor. Dengan berdirinya universitas ini, maka tenaga kerja ini bisa ‘diundang’ untuk ‘pulang kampung’ membangun negerinya sendiri; tumpah darahnya sendiri.

Keempat, penggerak ekonomi masyarakat seputar kampus. Salah satu efek domino yang terjadi dengan berdirinya perguruan tinggi adalah menggeliatnya perekonomian di seputar kampus seperti toko buku dan alat tulis, rumah makan, tempat tinggal (kos-kosan), jasa foto kopi, jasa servis computer, dan lain sebagainya. Semakin besar sebuah univeristas, semakin banyak mahasiswa yang ditampung, maka semakin besar dampak positif yang ditimbulkan secara ekonomi.

Kelima, menjaga kearifan lokal. Dengan berdirinya universitas ini maka dituntut untuk menampilkan ke-khasan daerah dengan memasukkan mata kuliah-mata kuliah muatan lokal sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU). Tebo memiliki kekayaan kearifan lokal yang melimpah. Universitas inilah yang akan menjadi ‘leading sector’ untuk mejaga kelestariaanya. Kekayaan adat istiadat, kuliner, pariwisata, kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya harus terus hidup di tengah masyarakat dan di dunia akademis.

Akhirnya, lima poin sederhana ini rasanya cukuplah untuk menggambarkan keharusan beridirinya univeristas di tanah ‘seentak galah serengkuh dayung’ ini. Semoga.

*Akademisi UIN STS Jambi.

About JAMBIDAY.CO

Check Also

Jadi Gubernur Jambi, Al Haris Akan Replanting Sawit di Sungai Bahar

Jambiday.co,MUARO JAMBI – Calon Gubernur (Cagub) Jambi nomor urut 3 Al Haris, silaturahmi dengan tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *