Breaking News
Home / Daerah / Dua Periode Bupati Adirozal Tak Mampu Hilangkan Pungli di Objek Wisata Kerinci

Dua Periode Bupati Adirozal Tak Mampu Hilangkan Pungli di Objek Wisata Kerinci

JAMBIDAY.CO, JAMBI – Kabupaten Kerinci memiliki PR yang tak pernah tuntas, tiap tahunnya daerah yang dijuluki ‘Sekepal Tanah Surga’ ini selalu tercoreng dengan maraknya pungli di area wisata.

Padahal, ini merupakan periode kedua kepemimpinan Adirozal selaku Bupati Kerinci. Tiap tahun khususnya saat lebaran, Pemerintah Daerah (Pemda) Kerinci selalu menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang bea masuk objek wisata, namun hal itu seakan sia-sia tak berlaku di lapangan.

Untuk objek wisata Danau Kerinci, Aroma Pecco, dan Air Terjun Telun Berasap. Sesuai Perda, tarif masuk untuk anak-anak Rp 2 ribu dan dewasa Rp 4 ribu, sedangkan parkir roda dua Rp 2 ribu, roda empat Rp 4 ribu dan roda enam Rp 6 ribu.

Namun pada kenyataannya, tarif masuk dan bea parkir yang dipungut pihak pengelola lebih mahal dari yang ditetapkan.

Seperti yang dikeluhkan Wati, salah seorang wisatawan di objek wisata Danau Kerinci. Menurutnya, tarif masuk sangat membebani pengunjung, apalagi dirinya yang merasa terpaksa membayarnya.

“Tarifnya mahal, mau tidak mau kita harus bayar. Walaupun secara terpaksa,” katanya.

Ia juga mempertanyakan keseriusan Bupati Kerinci Adirozal dalam memberantas Pungli, apalagi Pungli ini seakan sudah menjadi rutinitas saat lebaran tiba.

“Pak Bupati Adirozal, ini periode kedua bapak menjadi Bupati Kerinci, kok Pungli masih marak terjadi,” sebutnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan pengunjung lainnya, Deni. Menurutnya, persoalan tarif masuk dan parkir di objek wisata sudah menjadi kebiasaan di Kabupaten Kerinci. Pihak Pemda katanya, seakan tutup mata.

“Saya berharap tim penegak hukum maupun tim Saber Pungli turun ke objek wisata, dan tindak tegas oknum pelaku Pungli,” harapnya.

Ia juga merasa malu dengan ramainya wisatawan dari luar Kerinci yang mengeluhkan mahalnya biaya berwisata di Kabupaten Kerinci.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, Ardinal menegaskan untuk biaya masuk objek wisata milik pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemkab telah mematok biaya masuk sesuai dengan Perda.

“Biaya masuk ke objek-objek wisata yang kita kelola sudah ada Perdanya. Untuk dewasa Rp 4 ribu dan anak-anak Rp 2 ribu,” katanya.

Selain biaya masuk, dalam Perda tersebut juga diatur biaya parkir bagi para pengunjung, yakni Rp 2 ribu untuk roda dua, Rp 4 ribu untuk empat, dan Rp 6 ribu untuk kendaraan roda enam.

“Jadi bayarlah retribusi sesuai Perda yang telah ditetapkan, jika ada yang meminta lebih dari itu, berarti ada oknum yang memanfaatkan,” ungkapnya.

Namun lanjut Ardinal, jika ada yang meminta retribusi dan parkir disepanjang jalan umum bukan dari Pariwisata, tetapi dilakukan oleh oknum. “Parkir milik pemerintah hanya di dalam objek wisata,” jelasnya.

Lanjutnya, agar para pengunjung tidak tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Perda retribusi biaya ke objek wisata tersebut telah mereka sebarkan yakni melalui spanduk-spanduk.

“Spanduk tentang perda retribusi tersebut telah kita pasang di setiap lokasi objek wisata yang kita kelola itu,” pungkasnya.(asy)


Kirim dari Fast Notepad

About andri tj

Check Also

Mulai Bergerak, Ribuan Massa Gabungan Buruh Jambi Menuju Kantor Gubernur Jambi

Jambiday.co,JAMBI- Ribuan massa gabungan buruh Provinsi Jambi mulai bergerak menuju Kantor Gubernur Jambi. Koordinator Lapangan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *