Breaking News
Home / Khazanah / Budaya / Silsilah Raden Mattaher Ada Dua Versi

Silsilah Raden Mattaher Ada Dua Versi

Pak Masjchun Sofwan, SH Gubernur Jambi tahun 1985 dalam rangka peresmian pemugaran kompleks makam raja Jambi dan Raden Mattaher

VERSI SATU. Menurut Stamboom Van Het Vorstenhuis Van Djambi (Kraton) yang ditulis pertama kali tahun 1881. Walaupun di dalam Stamboom (silsilah) tidak tertera nama Raden Mattaher, namun nama Ayah beliau ada ditulis. Yakni Raden Koesin (di Sekamis) Bin Pangeran Adi Jaya Kusuma Bin Sultan Fakhrudin.

Versi Dua. Adalah versi yang disusun oleh Keluarga Besar Anak Keturunan Raden Koesin, yang tertulis Raden Mattaher Bin Raden Kusen Bin Pangeran Dipo Negoro.

Untuk versi satu, Raden Mattaher Bin Raden Kusen Bin Pangeran Adi Jaya Kusuma, hubungannya dengan Sultan Thaha Syaifuddin adalah cucu Sultan Thaha dari kakak lelakinya Pangeran Adi Jaya Kusuma.

Yang duduk adalah Raden Hamzah Bin Raden Mattaher, sedangkan yang berdiri memegang payung adalah Putra beliau yakni Raden Hasyim Bin Raden Hamzah

Sementara untuk versi kedua, Raden Mattaher Bin Raden Kusen Bin Pangeran Dipo Negoro, hubungannya dengan Sultan Thaha Syaifuddin adalah keponakan sepupu, sebab Pangeran Dipo Negoro adalah adik dari Sultan Fakhrudin, yang merupakan ayah Sultan Thaha.

Mengenai Foto Raden Mattaher, yang diserahkan kepada Walikota Jambi, dalam seminar beberapa hari lalu, agaknya tidak ada kemiripan dengan anak cucu Raden Mattaher. Dalam beberapa wawancara dengan anggota keluarga keturunan Raden Mattaher, yakni Raden Hasyim, bahwa Wajah Raden Mattaher itu mirip sekali dengan wajah anaknya yakni Raden Hamzah Bin Raden Mattaher.

Pengurusan pengajuan Raden Mattaher menjadi Pahlawan Nasional sudah pernah dilakukan mulai dari tahun 1960 zaman Gubernur Jambi dipimpin oleh Yusuf Singadekane hingga tahun 1980an di zaman Masjchun Sofwan. Yang menjadi hambatan itu karena silsilah Raden Mattaher ini tidak sesuai antara susunan dan pengakuan keluarga keturunan beliau dengan naskah tua dari Vorstenhuis Van Djambi.

Raden Hamzah bin Raden Mattaher

Hal ini perlu dikaji lebih dalam. Pada tahun 1985, Raden Hamzah Bin Raden Mattaher pernah melakukan usaha memperjuangkan Pengajuan Pahlawan Nasional bagi Raden Mattaher itu, namun selalu gagal. Meskipun pihak pemerintah daerah sudah mendukung.

Sumber Via Dicky, Sejarahwan Jambi

About JAMBIDAY.CO

Check Also

Hari Batik Nasional, Syafril Nursal: Batik Jambi Harus Naik Kelas

Jambiday.co, JAMBI- 11 Tahun yang lalu, tepatnya 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan Batik sebagai daftar Intangible …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *