Breaking News
Home / Daerah / Ini Motif Pembakaran Kotak Suara di Sungaipenuh

Ini Motif Pembakaran Kotak Suara di Sungaipenuh

Jambiday.co, JAMBI – Tim gabungan dari Polda Jambi dan Polres Kerinci, Minggu (21/4) lalu, berhasil menangkap dua orang tersangka kasus pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019 di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh.

Kedua pelaku yang ditangkap yakni Robin Janet (31), warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, yang merupakan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) atau pengawas desa. Ia ditangkap di lokasi kejadian pembakaran kotak dan surat suara.

Satu orang lainnya adalah Khairul Saleh (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, yang merupakan Caleg salah satu partai politik peserta Pemilu 2019 di Kota Sungai Penuh. Khairul ditangkap tim gabungan saat bersembunyi di rumah penduduk di kawasan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

Guna proses labih lanjut, keduanya telah dibawa ke Mapolda Jambi. Hal ini disampaikan Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/4), kemarin.

“Pagi tadi (kemarin, red) sampai di Mapolda Jambi,” katanya.

“Yang menangani tetap Polres Kerinci. Kita (Polda Jambi, red) hanya back up. Agar pemeriksaan bisa lebih intensif, makanya keduanya dibawa ke Mapolda Jambi,” sambungnya.

Edi juga mengatakan nantinya jika pemeriksaan telah rampung juga akan dilakukan penahanan. “Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif. Nanti juga akan dilakukam penahanan,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Robin Janet dan Khairul Saleh diduga merupakan pelaku utama atau aktor intelektual dalam kasus ini, yang ditenggarai sebagai orang yang menyuruh melakukan pembakaran.

“Keduanya merupakan pelaku utama, yang menyuruh. Yang membakar lain lagi orangnya,” beber Edi.

Untuk motif pembakaran, Edi mengatakan dugaan sementara karena tidak puas dengan perolehan suaranya di tiga TPS yang ada di Desa Koto Padang. Selain itu, juga diduga tidak terima ada Caleg dari daerah lain yang justru perolehan suaranya lebih banyak.

Edi menerangkan, setelah penghitungan suara sekira pukul 03.00 WIB dini hari, ada rasa ketidakpuasan dari salah satu Caleg. Akhirnya ia melakukan kontak dengan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.

“Karena itu adalah satu kampung, satu keluarga, ini yang membangkitkan warga berbuat anarkis. Mungkin dia (Caleg, red) merasa sudah berkorban banyak, namun hasilnya tidak memuaskan,” ungkap Edi.

Sementara itu, untuk satu orang lainnya, yakni PNS bernama Azwarlis yang sempat menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, Edi mengatakan telah dikembalikan kepada keluarganya.

“Untuk yang satu lagi sudah dikembalikan ke keluaganya,” pungkas Edi.

Diberitakan sebelumnya, kotak dan surat suara yang dibakar berasal dari TPS 1, 2, dan 3 Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. (asy)

About andri tj

Check Also

Di Rapimda Provinsi, MKGR Jambi Sepakat Dukung Adies Kadir Jadi Ketum DPP MKGR

Jambiday.co JAMBI – Jelang Musyawarah Besar (Mubes) DPP Ormas MKGR (Musyawarah Besar Gotong Royong) pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *